Ikan cupang (Betta Sp) adalah termasuk jenis ikan hias yang sangat populer di Indonesia. Ikan ini dikenal berkat keindahan warna dan bentuk sirip serta ekornya yang dapat mengembang. Namun sayangnya, ada beragam penyakit ikan yang dapat mengancam kehidupan si betta fish ini.

Kalau kamu memelihara ikan cupang, menjaga kondisi kesehatan peliharaan kira sangatlah penting. Meskipun ikan ini termasuk spesies yang tangguh, namun mereka tetap bisa terserang penyakit.

Ikan cupang sakit dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari pemberian pakan yang salah, kondisi akuarium yang kurang sehat, hingga stres yang dialami cupang akibat lingkungan yang kurang kondusif.

Agar ikan cupang peliharaan kamu tetap sehat, yuk pelajari berbagai macam penyakit, indikasi, dan cara mengatasinya.

8 Jenis Penyakit Ikan Cupang dan Cara Penanganannya

1.    Bintik Putih (White Spot)



Bintik putih atau white spot termasuk penyakit yang paling mudah dideteksi. Gejala penyakit ini adalah keluarnya bintik-bintik putih di tubuh ikan. Kalau cupang Kamu terlihat memiliki bintik putih maka Kamu perlu waspada.

Bintik putih yang tidak segera diobati bisa berakibat fatal pada ikan cupang. Karena rasa gatal yang dideritanya, cupang bisa menabrakkan diri ke dinding akuarium atau soliter. Bila dibiarkan saja, lama-kelamaan cupang Kamu akan mati.

Gejala lanjutan penyakit ini adalah nafsu makan berkurang, warna memucat, dan ekor menguncup. Ikan cupang akan terlihat tidak bersemangat. Padahal sifat mereka adalah jenis ikan yang lincah dan aktif pada kondisi normalnya.

Bintik putih bisa disebabkan oleh banyak hal. Faktor utama yang menjadi pemicu penyakit bintik putih adalah kebersihan yang tidak terjaga. Air, akuarium, dan pakan yang kurang bersih bisa mengakibatkan penyakit white spot pada cupang.

Untuk mengatasinya, sebaiknya segera karantina cupang yang sakit ke akuarium terpisah. Bersihkan akuarium dan air agar bintik putih tidak bertambah parah. Lalu berikan garam dan obat biru ke dalam air di akuarium karantina.

Pantau terus perkembangan kondisi cupang Kamu sampai sembuh seperti sedia kala.

2.    Jamur Kulit



Ikan cupang juga bisa terinfeksi jamur seperti manusia. Jamur kulit adalah salah satu penyakit kulit pada ikan cupang yang umum terjadi.

Gejala jamur kulit hampir mirip dengan bintik putih yaitu ditandai dengan munculnya warna putih tidak normal di bagian tubuh cupang. Bedanya, warna putih jamur kulit membentuk gumpalan yang mirip seperti kapas. Inilah tumpukan jamur yang menginfeksi ikan.

Kalau ikan kamu sudah terinfeksi jamur kulit, ikan akan kehilangan semangat dan nafsu makannya. Gerakan tubuhnya perlahan menjadi lambat dan warnanya juga memudar. Kalau sudah begini, segera pisahkan ikan sakit dan lakukan karantina.

Cara penanganannya juga tak begitu  jauh berbeda dari bintik putih. Selama ikan berada di akuarium karantina, air perlu dibersihkan lebih rutin. Tambahkan obat biru dan garam serta campurkan rendaman air Ketapang.

3.    Bintik Emas (Velvet)



Selain bintik putih, air akuarium yang terkontaminasi juga bisa menyebabkan penyakit ikan cupang lain yaitu bintik emas. Gejalanya hampir sama dengan bintik putih. Satu-satunya perbedaannya terletak pada warna bintik yang terlihat kekuningan seperti karat atau emas.

Gejala lanjutannya juga sama, ikan menjadi malas bergerak dan tidak mau makan serta warnanya memudar. Untuk menangani penyakit ini, lakukan langkah yang sama seperti penanganan bintik putih.

Alangkah baiknya Kamu telah menyiapkan obat biru sebagai antisipasi untuk merawat ikan yang sakit sewaktu-waktu.]

4.    Busuk Sirip (Fin Rot)



Penyakit yang satu ini juga disebabkan karena air akuarium yang kotor dan terkontaminasi. Gejalanya berupa warna kemerahan di bagian sirip ikan dan lama-kelamaan, warna kemerahan ini akan semakin menyebar, kemudian merobek dan merontokkan sirip cupang.

Kalau sudah sampai seperti ini, cupang akan kesulitan bergerak dan kehilangan nafsu makan. Maka segera lakukan penanganan dengan mengarantina ikan di akuarium terpisah. Kemudian tambahkan garam khusus ikan dan antibiotik ke air akuarium.
 

5.   Mata Bengkak (Pop Eye)



Seperti namanya, penyakit yang satu ini menunjukkan gejala berupa pembengkakan di bagian mata ikan. Ikan Kamu akan terlihat seperti ikan mas koi, dan bahkan pada kasus yang parah, mata cupang terlihat seperti akan keluar.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Bahayanya, bakteri ini dapat menular ke ikan lain. Untuk melakukan mencegah penularan, segera pisahkan ikan yang terkena mata bengkak dari ikan-ikan lain yang masih sehat.

Rawat ikan yang sakit dengan memberikan garam ikan dan antibiotik. Jika pengobatan segera dilakukan di fase-fase awal, mata bengkak punya kemungkinan untuk disembuhkan. Tapi kalau sudah terlanjur lama dan bengkak sudah parah, biasanya pengobatan tidak akan berjalan efektif dan ikan akan mati dengan sendirinya.

6.    Berak Putih



Penyakit berak putih disebabkan oleh parasit bernama Ascaris Lumbricoides, bentuknya menyerupai cacing nematoda.

Gejala berak putih adalah kotoran cupang yang berwarna keputih-putihan dan bentuknya memanjang. Saat ikan terinfeksi berak putih, cupang menjadi pasif dan tidak mau makan.

Pengobatan berak putih bisa dilakukan dengan membersihkan akuarium secara menyeluruh terlebih dahulu, kemudian berikan obat cacing khusus ikan seperti Worm X, Verminox, atau Acryflavine.

7.    Insang Merah (Inflamed Gilss)



Jika penyakit yang lainnya disebabkan oleh jamur dan parasit, maka penyakit insang merah terjadi karena keracunan nitrat. Gejala insang merah adalah pembengkakan pada insang dengan warna kemerahan dan tidak dapat tertutup rapat.

Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu pernapasan ikan. Cupang akan lebih sering terlihat berdiam di permukaan. Penyakit ini tidak dapat menular ke ikan lain, akan tapi tetap harus ditangani agar ikan Kamu tidak mati.

Cara mengobatinya adalah dengan memberikan obat biru dan garam ikan, kemudian bersihkan air akuarium secara rutin agar tidak menimbulkan penyakit.

8.    Sisik Nanas (Dropsy)



Sisik nanas adalah penyakit ikan cupang yang paling menular, dan gejalanya juga terlihat paling jelas sehingga mudah dideteksi.

Cupang yang terkena penyakit sisik nanas akan mengalami pembengkakan di bagian perut. Ini disebabkan karena ikan tidak dapat buang air. Sisik ikan juga melebar sehingga terlihat seperti kulit nanas. Oleh sebab itulah penyakit ini disebut dengan sisik nanas.

Pada kasus yang sudah parah, perut ikan akan membengkak semakin besar. Ikan Kamu yang mungil akan bertambah besar sampai menyerupai ikan buntal. Sebelum terlambat, segera mungkin lakukan penanganan dengan cara yang tepat.

Pertama, letakkan cupang yang terkena sisik nanas di akuarium terpisah agar tidak menulari ikan kamu yang lain. Lalu berikan garam ikan dan antibiotik setiap mengganti air akuarium. Jangan lupa untuk mengganti air akuarium secara rutin agar tidak memperparah kondisi cupang.

Cegah Penyakit Ikan Cupang dengan Pembersihan Rutin



Agar ikan-ikan Kamu tetap sehat dan lucu, cegah 8 penyakit di atas dengan rajin membersihkan akuarium. Semua penyakit yang kerap menjangkiti cupang disebabkan oleh air dan lingkungan akuarium yang tidak bersih dan sehingga terkontaminasi oleh bakteri.

Air adalah habitat utama ikan sehingga kebersihannya akan sangat berpengaruh. Tambahkan filter agar air akuarium Kamu lebih terjaga kebersihannya. Jangan beri pakan berlebihan karena sisa pakan akan mengendap dan membuat air lebih cepat keruh.

Setelah mengetahui penyakit ikan cupang dan cara mengatasinya, langkah terbaik yang bisa Kamu lakukan adalah mencegahnya.