Siapa di antara teman-teman yang baru pertama kali memelihara ikan cupang di rumah?

Ikan cupang merupakan salah satu hewan peliharaan yang disukai banyak orang karena warna dan bentuk siripnya yang indah.

Seperti memelihara hewan-hewan lainnya, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memelihara ikan cupang.

Misalnya, kita harus mengetahui apa saja tanda ikan cupang yang sakit atau sehat, serta kondisi seperti apa yang baik untuk memelihara ikan cupang.

Tentu teman-teman ingin ikan cupang peliharaan di rumah tetap sehat, bukan?

Yuk, kita cari tahu hal apa saja yang harus kita perhatikan saat memelihara ikan cupang di rumah!

5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memelihara Ikan Cupang

1. Kebersihan Akuarium

Teman-teman pasti senang jika tidur di kamar yang bersih, bukan?

Ikan cupang juga suka tinggal di lingkungan yang bersih. Maka pastikan akuarium untuk memelihara ikan cupang selalu dijaga kebersihannya, teman-teman.

Sebaiknya, akuarium untuk ikan cupang tidak sempit agar ikan bisa menjelajah dan berenang dengan leluasa.

Jadi, supaya ikan cupang peliharaan kita tidak stres, sebaiknya hindari memelihara ikan cupang di tempat sempit seperti toples, botol, atau vas bunga.

Jangan lupa pantau kebersihan air akuarium. Untuk membantu menjaga kebersihan air, kita bisa menggunakan kerikil yang membantu menyerap limbah, teman-teman.

Kita juga bisa menambahkan tanaman air, batu-batuan, dan gua buatan. Ini membantu membuat akuarium mirip dengan habitat asli ikan cupang di alam liar.

Namun, tambahan hiasan akuarium ini tidak perlu terlalu banyak, teman-teman.

Baca Juga: Pernah Lihat Gelembung di Akuarium Ikan Cupang? Ternyata Ini Alasan Ikan Cupang Membuat Gelembung

2. Kondisi Air di Akuarium

Selain air yang bersih, pastikan juga suhu air di akuarium sesuai dengan suhu habitat cupang.

Ikan cupang suka tinggal di air yang suhunya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu hangat, sekitar 23 - 27 derajat Celcius. Sedangkan, tingkat keasamannya (pH) berkisar antara 6,8 - 7.

Kita bisa menggunakan bahan untuk mengatur pH di akuarium dan mengukur pH air setiap minggu.

Akuarium ikan cupang tetap membutuhkan penyaringan, namun tidak perlu yang terlalu rumit. Sebabnya, ikan cupang suka berada di air yang mengalir tenang atau tidak terlalu bergelombang.

3. Memberi Makan Ikan Cupang

Ikan cupang tentunya tumbuh sehat jika makananya bergizi baik dan segar, teman-teman.

Ikan cupang menyukai cacing, cacing darah, cacing sutra, udang, kutu air, jentik nyamuk, hingga kuning telur.

Kita bisa memberi ikan cupang makan dalam porsi kecil sepanjang hari.

Tapi jika teman-teman khawatir lupa atau punya banyak aktivitas, kita bisa memberi makan ikan cupang dua kali sehari dalam jumlah yang cukup selama sekitar dua menit, yaitu pagi hari dan malam hari.

Selain menu makanan, kita juga perlu memerhatikan juga apakah ikan cupang buang air besar dengan baik.

Jika ikan cupang terlihat membengkak bagian perutnya atau sembelit, kita bisa berhenti dulu memberi makan ikan cupang selama beberapa hari. Kemudian setelah itu hanya beri makanan hidup untuk ikan cupang sampai kondisinya lebih baik.

Jangan lupa bersihkan sisa-sisa makanan ikan cupang secara rutin agar airnya tetap bersih, ya.

Baca Juga: Biasanya Dipelihara Sendirian, Benarkah 2 Ikan Cupang Tidak Boleh Dipelihara dalam Satu Akuarium?

4. Tanda Ikan Cupang Sehat

Untuk memastikan kesehatan ikan cupang peliharaan kita, ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan.

Tanda ikan cupang yang sehat antara lain warnanya cerah dan kuat, siripnya terbuka dan tidak luka atau berlubang, selera makannya baik, dan sisiknya halus.

Biasanya, ikan yang sehat juga suka berenang dengan gerakan yang lancar, aktif, dan cepat.

Ikan cupang jantan yang sehat dan senang juga terlihat membuat gelembung-gelembung yang muncul di permukaan air.

Namun, kalau ikan cupang jantan peliharaanmu tidak membuat gelembung, bukan berarti ia sakit ataupun stres.

5. Tanda Ikan Cupang Sakit

Ada beberapa tanda ikan cupang sakit, teman-teman.

Beberapa tanda ikan cupang yang sakit antara lain warnanya memudar, pola berenangnya jadi tidak biasa, siripnya terlihat terjepit, tidak mau makan atau hanya makan sedikit, suka bersembunyi, ikan banyak menghabiskan waktu di dasar akuarium, atau berada di atas akuarium dan terlihat terengah-engah, menyerang tanaman atau hiasan di akuarium.

Pada ikan cupang betina, bisa terlihat garis stres.

Jika hal di atas terjadi, teman-teman harus mencari tahu penyebabnya, misalnya apakah kondisi akuariumnya dan airnya kurang sesuai, apakah ikan terkena penyakit, mengalami stres, atau nutrisi makanannya perlu diperhatikan