Ikan cupang sangatlah populer di mana-mana, dan bila Anda pernah jalan-jalan ke toko ikan hias, sudah dipastikan anda pernah melihatnya. Anda bahkan mungkin pernah memperhatikan setiap individu ikan cupang yang dipelihara di wadahnya sendiri-sendiri, terpisah dari cupang lainnya. Cupang sangat terkenal karena naluri petarung mereka, tetapi bukan cuma itu saja yang menarik dari mereka.

Berikut kami sugukan beberapa fakta paling menarik tentang ikan cupang yang perlu Anda tahu.

1. Jumlah spesies Ikan Cupang di dunia

Cupang Splendens

Saat ini kebanyakan orang mendengar nama ikan cupang, mereka mungkin akan berpikir tentang Betta splendens, ikan aduan alias Siamese fighting fish. Tetapi faktanya tidak hanya itu, ada banyak spesies berbeda dalam genus cupang, termasuk ikan petarung Mekong (B. smaragdina) dan ikan petarung Jawa (B. picta), juga dikenal sebagai cupang totol.

2. Ikan Cupang diberi nama dari nama prajurit


Cupang Plakat
Ikan cupang mendapatkan nama mereka dari golongan prajurit kuno yang disebut “Bettah.” Mereka kemudian dikenal sebagai ikan petarung dikarenakan meningkatnya popularitas adu ikan pada era 1800-an, terutama di Thailand.

Kala itu, orang-orang hanya bertaruh untuk mengadu keberanian ikan mereka, bukan semata kerusakan yang mereka timbulkan pada lawannya. Ikan cupang juga sering dikenal sebagai “plakat,” terutama varietas bersirip pendek. Kata plakat sendiri berasal dari kata Thailand pla kad yang bermakna “ikan yang menggigit.”

Jadi bisa kita simpulkan bahwa cupang memiliki reputasi yang galak.

3. Mereka berasal dari Asia Tenggara

Ikan cupang berasal dari wilayah aliran sungai Mekong di Thailand, Laos, Vietnam, dan Kamboja. Tetapi mereka paling banyak ditemukan di sungai Chao Phraya, Thailand. Faktanya, ikan cupang dijadikan hewan air nasional Thailand pada awal tahun 2019.

Ikan Cupang ini banyak ditemukan di sawah, parit drainase, dataran banjir, dan di hampir semua genangan air lainnya di wilayah asalnya. Di habitat inilah, mereka sering terdampak banjir badai dan kekeringan.

4. Ikan Cupang sangat variatif

04
Setelah sekian lama dikembang biakkan secara selektif untuk perdagangan ikan hias, ekor khas ikan cupang hadir dalam berbagai macam bentuk dan ukuran. Yang paling terken aladalah veiltail, tetapi ada juga ekor mahkota (crown tail), ekor sisir/serit (combtail), ekor setengah bulan (half-moon), dan bulu ganda (double feathers) di samping varian lainnya.

Cupang juga tersedia dalam banyak warna yang beragam. Kulit mereka mengandung beberapa lapisan pigmen, mulai dari merah, kuning, hitam, iridescent (yang terdiri atas biru dan hijau), dan lapisan luar yang tampak metalik, yang memberi efek bagaimana warna-warna lain bisa terlihat. Kombinasi berbeda dari lapisan-lapisan ini dapat hadir dalam satu individu, itu sebabnya ada begitu banyak varietas warna pada ikan cupang.

5. Ikan Cupang liar sangat berbeda dengan ikan cupang hias

Ikan cupang liar cenderung berwarna coklat dan hijau sedikit pudar. Mereka hanya akan mewujudkann warna-warna cerah yang disebutkan di atas ketika mereka gelisah dan akan menggunakan tampilan ini untuk mengancam lawan. Ekor dan sirip mereka juga jauh lebih pendek daripada cupang hias yang biasa dipelihara orang. Dengan cara ini, mereka tidak akan menjadi target tangguh para predator atau cupang lainnya.

Ciri-ciri yang kita hubungkan dengan cupang yang selama ini kita kenal semuanya adalah hasil pembiakan selektif untuk menciptakan ikan hias yang paling menarik untuk akuarium kita.

6. Ikan Cupang menjadi omnivora di akuarium

06

Ikan cupang yang hidup di akuarium akan memakan makanan yang sangat bervariasi. Mereka bisa diberi pakan butiran pelet serta makanan hidup atau beku seperti cacing darah, artemia, dan kutu air. Mereka juga bisa mengunyah vegetasi jika tersedia. Namun Anda perlu berhati-hati karena cupang mungkin juga bernaluri kanibal, ia akan memakan teman seakuarium yang lebih kecil jika ada kesempatan.

Sementara itu, ikan cupang liar hampir secara langsung bersifat insektivora. Mereka akan memakan serangga kecil yang biasanya mereka dapatkan dari permukaan air serta larva serangga air. Mereka biasanya tidak akan memakan tumbuh-tumbuhan di lingkungan alami mereka. 

7. Bisa menghirup udara seperti kita

Ikan cupang mempunyai organ khusus yang dikenal sebagai organ labirin yang membuat mereka mampu menghirup udara dari permukaan air. Organ ini memanjang dari lempeng insang dan terdiri dari banyak lipatan tulang. Ketika cupang menenggak udara, udara akan masuk ke pembuluh darah yang melewati lipatan ini. Cara kerja ini memungkinkan oksigen diserap ke dalam darah dengan cara yang mirip dengan apa yang terjadi di paru-paru manusia.

Berkat organ labirin tersebut, ikan cupang mampu bertahan hidup di perairan dengan kandungan oksigen rendah seperti di sawah, kolam yang tergenang, dan perairan yang tercemar ringan. Mereka bahkan mampu bertahan hidup di luar air untuk waktu yang singkat ketika dibutuhkan selama tubuh mereka tetap lembab. Kemampuan ini sangat berguna untuk bertahan hidup selama kondisi kekeringan.

8. Ikan Cupang sangat teritorial

Cupang 09

Ikan Cupang disebut ikan petarung karena suatu alasan. Mereka sangat teritorial dan pejantan sangat rentan terhadap pergerakan, Mereka tidak dapat ditempatkan bersama atau mereka akan saling menyerang tanpa henti, yang biasanya mengakibatkan cedera atau kematian bagi salah satu atau keduanya.

Sebaliknya, cupang betina bisa ditempatkan di sekumpulan kecil yang terdiri atas 5 hingga 10 ekor. Mereka akan hidup damai bersama-sama asalkan mereka memiliki cukup ruang. Tetapi jika mereka berada di akuarium yang terlalu kecil, tidak menutup kemungkinan betina akan menjadi teritorial dan agresif.
Pejantan juga tidak boleh dicampur betina kecuali secara temporer untuk berkembang biak, jika tidak pejantan akan cenderung mengganggu betina. Bahkan saat proses perkawinan, pengawasan harus tetap dilakukan untuk memastikan ikan betina aman.

9. Cupang jantan membangun sarang dari gelembung

Ketika waktunya kawintiba, cupang jantan membuat sarang gelembung di permukaan air. Ketika betina melepaskan telurnya, pejantan akan melepaskan milt (sperma) dan pembuahan berlangsung secara eksternal. Pejantan kemudian mengumpulkan telur yang telah dibuahi dan akan meletakkannya ke dalam sarang.

Tapi itu baru langkah awal dari pekerjaan pejantan. Pejantan kemudian akan mengawasi sarang dan memperbaikinya sesuai kebutuhan. Mengambil telur yang tenggelam dari sarang dan menjaga semua telur dari pemangsa sampai mereka menetas. Dia bahkan akan mengusir betina karena dia cenderung akan memakan telur setelah pemijahan untuk mengisi energinya kembali.

Burayak menetas setelah 24 hingga 36 jam dan mereka akan tetap berada di sarang selama beberapa hari, masih di bawah penjagaan cupang jantan. Mereka hidup dari kantong kuning telur selama beberapa hari pertama, dan kemudian ini akan sepenuhnya diserap, sampau mereka siap untuk menjelajah dunia.

10. Dapat dihibridisasi

Betta splendens telah berhasil dikawinkan dengan Betta imbellis, Betta mahachaiensis, dan Betta smaragdina. Namun hibrida Betta splendens/Betta Smaragdina sangat rentan dengan kematian dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang cukup rendah.

Yang lebih mengejutkan lagi, B. splendens mungkin saja dapat dikawinkan dengan ikan di luar dari genus betta. Ada laporan yang belum diverifikasi bahwa berhasil dikawin silangkan dengan ikan paradise, Macropodus opercularis.

Hibrida intergenetik seperti ini benar-benar tidak biasa sehingga jika hibrida ini dapat dikonfirmasi, maka ini akan menambah pemahaman kita tentang bagaimana ikan berhubungan satu sama lain secara genetik.

11. Sangat cerdas

Ikan Cupang adalah salah satu dari sedikit ikan yang mampu belajar mengenali pemiliknya dan melakukan trik. Anda dapat mengajari cupang Anda untuk mengikuti jari Anda di sekitar akuarium, atau jika Anda memiliki perlengkapan mereka dapat belajar berenang melalui lingkaran atau mendorong bola ke gawang.

Mereka sangat cepat belajar dan dapat dilatih dengan cara yang sama seperti anjing dengan menghadiahkan makanan.

12. Sangat populer

Cupang Indah

Ikan Cupang adalah ikan kedua setelah ikan mas koki dalam hal popularitas. Sayangnya, banyak orang kurang mengetahui kebutuhan ikan ini sebelum membelinya. Hasilnya, muncul tren memelihara cupang dalam vas dan wadah kaca kecil yang tidak cocok untuk ikan cupang. Memelihara ikan cupang butuh keseriusan karena mereka mampu bertayan hidup selama 3 hingga 5 tahun.

Meskipun mereka mampu menyesuaikan diri dari ruang-ruang kecil dengan kualitas air yang buruk, namun yang benar-benar mereka butuhkan untuk hidup sehat adalah akuarium berisi air setidaknya 18 liter dengan penggantian air biasa. Disamping itu itu, suhu air ideal mereka adalah berkisar antara 24 sampai dengan 27 ºC, jadi kemungkinan Anda juga membutuhkan heater.


Kesimpulan

Ikan cupang merupakan peliharaan yang bagus untuk akuarium apa saja. Mereka cantik, penuh warna, dan menarik untuk dilihat. Kemampuan mereka untuk mengenali wajah pemiliknya menjadikan mereka objek peliharaan yang sempurna bagi banyak aquarist.

Tetapi, seperti halnya ikan lainnya, Anda harus siap untuk memenuhi kebutuhannya dan memberikan perawatan yang terbaik. Jika Anda mampu menjalani semua itu, ikan kecil yang penuh semangat ini bisa menjadi hewan peliharaan yang sempurna untuk Anda.